Menu

Tekan Kasus HIV/AIDS

  • Kamis, 05 Desember 2013
  • 1103x Dilihat

Camat Dentim Sasar Pelajar Melalui Sosialisasi

Denpasar-Untuk menekan angka penularan HIV/AIDS kepada semua masyarakat, khususnya kepada para pelajar, Kecamatan Denpasar Timur  menggelar sosialisasi HIV/AIDS di SMA Negeri 3 Denpasar, Kamis (5/12). Hal ini untuk menghindarkan generasi muda terutama usai produktif dari penyakit HIV/AIDS yang belakangan ini semakin mengkuatirkan.

Camat Denpasar Timur, I Dewa Made Puspawan,  mengatakan, kegiatan ini untuk mendukung program Pemerintah Kota Denpasar, yakni menekan penularan HIV/AIDS di Kota Denpasar umumnya dan kecamatan Denpasar Timur khususnya. “Kegiatan ini kami laksanakan rutin setiap tahun dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS,” ujar Dewa Puspawan, Kamis (5/12) saat mensosialisasikan bahaya HIV/ID di SMN 3 Denpasar.

Menurutnya, masyarakat Kota Denpasar yang menderita HIV/AIDS semakin meningkat setiap tahunnya. Saat ini kasus HIV/AIDS di Kota Denpasar sebanyak 3.400 orang dari   7.800 orang kasus yang terjadi di Bali.  “Hal ini kita ketahui bagi yang melapor dan mau tes darah, mungkin banyak orang yang tidak mengetahui dirinya menderita karena tidak berani tes darah,” ungkapnya.

Puspawan menambahkan, sosialisasi ini menyasar para siswa, agr menghindarkan dari penyakit yang mematikan ini. Dengan harapan dapat memberikan pemahaman kepada siswa tentang perkembangan dn bahaya HIV/AIDS di Kota Denpasar.  “Kami harapkan sosialisasi ini siswa tidak terjerumus kepada hal-hal yang mengakibatkan mereka terefleksi virus HIV/AIDS da merugikan diri sendiri,” tambahnya.

Lebih lanjut, dikatakan kondisi Denpasar Timur ada tempat-tempat yang disinyalir yang menyebabkan penyebaran penyakit tersebut. “Karena di kecamatan kami terdapat tempat yang disinyalir tempat penularan, sehingga dengan sosialisasi ini diharap generasi muda tidak datang ke tempat seperti itu,” kata Puspawan.

Sementara, Kepala Sekolah SMAN 3 Denpasar, Drs. Ketut Suyastra, M.Pd mengatakan, semua siswa telah diberikan pemahaman mengenai HIV/AIDS. Baik melalui sosialisasi maupun menyelipkan ke semua pelajaran. Sehingga pihaknya memadatkan aktifitas siswa dengan berbagai macam kegiatan di sekolah. “Dengan hal ini dapat menghindari siswa ke hal yang tidak baik,’’ katanya. Bahkan dalam ekstra kurikuler juga diselipkan pemahaman tentang HIV/AIDS, seperti PMR.

Sementara Perwakilan Komisi penanggulangan HIV/AIDS Dewa Suyetna menambahkan, penyakit HIV/AIDS tidak menular melalui gigit nyamuk atau serangga, berjabat tangan, menggunakan peralatan makan bersama, menggunakan toilet bersama dan terpapar batuk atau bersin. Namun penularannya karena hubungan seksual dengan pengidap HIV tanpa menggunakan kondom. Melalui jarum suntik yang tidak steril dan tercemar HIV, melalui transfusi darah dan transplantasi organ tubuh yang tercemar HIV, dan ibu hamil yang terkena HIV dan yang memberikan ASI kepada bayinya.

Sehingga, untuk pencegahannya tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah, setia pada satu pasangan. Gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual berisiko, tidak menggunakan narkoba suntik dan pahami apa itu HIV/AIDS. (ayu/humas)