Menu

Tiupan Sungu Wawali Jaya Negara Buka Parade Ogoh-Ogoh

  • Minggu, 30 Maret 2014
  • 2181x Dilihat

Kesiman Libatkan 31 Peserta, Sumerta 14

Denpasar - Malam pangerupukan menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1936, Minggu (30/3) malam lalu, puluhan ogoh-ogoh baik di Desa Adat Kesiman dan Desa Adat Sumerta beradu kreatifitas dalam parade ogoh-ogoh di dua wilayah tersebut. Karena adanya parade alias lomba di Kesiman dan Sumerta, masyarakat yang ingin menyaksikan parade ini pun tampak tumpah ruah di jalan.

Parade ogoh-ogoh yang terpusatkan di Catus Pata Tohpati, Kesiman, melibatkan 31 peserta se- Desa Kesiman. Sementara di Desa Adat Sumerta yang dipusatkan di pertigaan Banjar Bengkel, Sumerta, diikuti 15 peserta. Lomba ogoh-ogoh di Kesiman dibuka Wakil Walikota, IGN Jaya Negara, dengan meniup sungu, didampingi Camat Dentim, Lurah Kesiman, Kades Kesiman Kertalangu, Kades Kesiman Petilan, Bendesa Pakraman Kesiman, tokoh puri di Kesiman dan instansi terkait lainnya. Sedangkan di Sumerta, parade dibuka Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, dengan pemukulan gong.    

Bendesa Pakraman Kesiman, I Made Karim, mengatakan, parade ogoh-ogoh di Desa Adat Kesiman, merupakan ajang untuk menggali kreatifitas seni generasi muda khususnya sekaa truna di masing-masing banjar se-Desa Adat Kesiman. ‘’Parade ogoh-ogoh yang dilaksanakan Desa Adat Kesiman, merupakan rangkaian dari penyambutan hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1936 tahun ini,’’ kata Karim. Diungkapkannya, untuk kriteria pemenang berdasarkan kesesuaian tarian ogoh-ogoh dengan gambelannya atau musiknya.

Sementara Ketua Panitia Parade Ogoh-ogoh Desa Adat Sumerta, Putu Danis Rumanggi, menyatakan, parade ogoh-ogoh tahun ini untuk memberikan ruang yang luas kepada sekaa truna Desa Adat Sumerta, supaya bisa mengeluarkan ide-ide yang positif dengan membuat ogoh-ogoh untuk melestarikan kebudayaan Bali. “Parada ogoh-ogoh diikuti sebanyak 15 peserta yang meliputi 13 peserta Desa Adat, dan dan 2 peserta dari Banjar Dinas,” ujarnya. (ays./humas.dps)