Menu

Walikota Denpasar Buka Semiloka LPD

  • Jumat, 05 Desember 2008
  • 1453x Dilihat
Denpasar- Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS LPD ) Se Kota Denpasar menggelar semiloka sehari dengan topik Pemantapan model Program LPD berbasis Agama dan Budaya di Ruang Praja Utama kantor Walikota Denpasar kamis ( 4/12 ) kemarin. Semiloka yang dihadiri 170 orang terdiri Pembina LPD, Pengurus LPD, Badan Pengawas , akademisi dari Perguruan tinggi negeri dan Swasta dibuka oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharma Wijaya Mantra .Dalam sambutannya mengharapkan agar semiloka ini menghasilkan suatu model atau konsep perberdayaan masyarakat berbasis agama dan budaya “ Dalam Pengelolaan LPD perlu adanya Spiritual control artinya dalam pengelolaan lembaga keuangan seperti LPD disamping memperhatikan aspek bisnis dengan meningkatkan kinerja dan kehati-hatian maka perlu adanya pengendalian agama dalam menjalankan usaha sehingga terjadi keseimbangan “ Ujar Rai Mantra. Semiloka mengadirkan narasumber dari BPD Bali, UNHI,Kelompok Ahli dan BKS LPD kota Denpasar. Direktur Utama Bank BPD Bali IB.Putu Gede dalam makalahnya yang berjudul strategi LPD dalam menghadapi persaingan global mengungkapkan LPD berkembang dengan pesat dan saat ini sudah ada 1.356 buah LPD di Bali ,menyerap tenaga kerja 6.899 orang . Sehingga banyak daerah lain belajar tentang LPD karena LPD memberikan kontribusi terhadap pembangunan desa .Dan mengenai dana pembinaan digunakan untuk kemajuan LPD “ dana pembinaan tidak dalam bentuk uang tapi berupa konsultasi maupun pelatihan untuk meningkatkan SDM “ ujar IB Putu Gede. Sedangkan Direktur Universitas Hindu Indonesia ( UNHI ) Denpasar Prof. Dr IB.Gunada dalam makalahnya yang berjudul LPD dalam pandangan hindu dan budaya Bali mengharapkan LPD menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat desa ,oleh karena itu sudah selayaknya krama desa menjadi anggota LPD” Meskipun LPD berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam ,tapi LPD bukanlah lembaga perbankan sebagaimana umumnya .Mengingat margin keuntungan LPD diperuntukkan pada tiga hal utama dalam ekonomi hindu yaitu Dharma ,artha dan kama untuk pemberdayaan desa pakraman “ Ucapnya. Sementara itu Ketua Panitia Penyelenggara IGN.Edy Mulya yang juga Kabag Perekonomian mengungkapkan semiloka ini telah menghasilkan empat rekomendasi penting untuk kelangsungan LPD kedepan seperti pendanaan LPD dalam upacara Panca Yadnya,LPD sebagai lembaga tradisional tapi tidak alergi dengan Teknologi Informasi ,Inovasi dalam pelayanan sesuai perkembangan dan kebutuhan masyarakat serta ketentuan pokok pengurus,karyawan dan badan pengawas sebagai tindaklanjut dari Pergub 16 tahun 2008. (Karsana )