Puji Kebersihan Dan Ekonomi Kreatif Kota Denpasar
Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Putu Budiasa menerima Konsul Jenderal (Konjen) Tiongkok Yu Hong yang didampingi Kosulnya Yu Jie, Yan Jingwei dan An Xiaoshan di ruang kerjanya, Senin (26/5).
"Kami lihat kebersihan Kota Denpasar termasuk jalan-jalannya bersih dan tertata," ujar Kojen Tiongkok Yu Hong sembari menambahkan merupakan salah satu penunjang pariwisata. Setelah mendapatkan penjelasan tentang ekonomi kreatif berwawasan budaya yang menjadi visi Kota Denpasar Kojen Tiongkok Yu Hong mengaku salut dengan gagasan ekonomi kreatif Walikota Denpasar yang tentunya akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan dan daya saing masyarakat Kota Denpasar di era globalisasi, terlebih lagi Kota Denpasar sebagai tujuan wisatawan. Sebagai kota pariwisata menurut Kojen Tiongkok Yu Hong, ada dua permasalahan yang sering dihadapi diantaranya pemerataan tingkat kesejahteraan masyarakat dan bagaimana pelestarian budaya yang ada.
Dalam kesempatan tersebut Kojen Tiongkok Yu Hong tertarik dengan pendidikan di Kota Denpasar yang telah mampu meraih predikat terbaik nasional selama 4 tahun dengan nilai tertinggi. Tentunya ini berdampak terhadap berbagai lini pembangunan termasuk pertumbuhan ekonomi di Kota Denpasar yang di atas rata-rata nasional 7,9 persen. Selain hal tersbut Kojen Tiongkok Yu Hong juga menyampaikan rencana pembangunan kantor Konsulat Tiongkok di Kota Denpasar yang saat ini sudah ada tim yang melalukan survey. "Kami harapkan setelah dibangun konsulat nanti antara Denpasar khususnya dapat lebih meningkatkan kerjasama diberbagai bidang," harapnya.
Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra menjelaskan tentang keberadaan Kota Denpasar yang merupakan kota besar dan Ibukota Provinsi Bali. Sebagai kota besar berbagai permasalahan yang dihadapi. Untuk itu dalam mengelola Kota Denpasar dibutuhkan ketelitian dan kehati-hatian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain sebagai tujuan pariwisata Kota Denpasar juga merupakan pusat pendidikan dan berbagai kegiatan seni budaya. Untuk itu visi Kota Denpasar sebagai kota kreativ berwawasan budaya salah satu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga budaya yang ada. Di bidang pendidikan menurut Rai Mantra, Kota Denpasar dalam empat tahun mampu meraih predikat terbaik nasional sehingga banyak siswa dari luar Kota Denpasar datang untuk belajar. Bahkan dari tingkat pendidikan tersebut indek pembangunan manusia (IPM) Kota Denpasar tertinggi di Bali. Dalam pelestarian warisan budaya Rai Mantra mengaku salah satunya terus mencoba mempromosikan kain endek. Mengingat kain endek tersebut merupakan warisan leluhur. "Kami mencoba melestarikan keberadaan endek yang merupakan warisan budaya melalui berbagai promosi," ujar Rai Mantra. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra menjelaskan gambar atau patra yang tertuang dalam kain endek memiliki arti seperti tentang adat maupun tentang alam. Dalam kesempatan tersebut Walikota Denpasar Rai Mantra memberikan cendramata kain endek pada Kojen Tiongkok Yu Hong dan mengharapkan membantu dalam mempromosikannya.
Terkait dengan pembangunan kantor Konsul Tiongkok di Denpasar, Rai Mantra mengharapkan akan lebih meningkatkan kerjasama berbagai bidang dengan Tiongkok seperti dengan konjen-konjen negara lainnya.(Gst_Humas)