Denpasar-Setelah pembangunan gedung lobi, penambahan ruang kelas dan piasan selesai, SMPN 3 Denpasar menggelar Karya Pujawali Pedudusan Alit dan mecaru Rsigana Agung di Pura Padmasana setempat. Upacara ini digelar bertepatan dengan Buda Cemeng Menail Purnama Kapitu, di puput oleh tiga sulinggih yakni, Ida Pedanda Oka Giri dari Griya Oka Sanur, Ida Pedande Gede Putraka Timbul, Griya Timbul Kesiman, dan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa, Griya Penatih.
Dalam kesempatan tersebut Walikota Denpasar IB Rai Dharmawiaya Mantra melakukan Mendem Pedagingan di Pelinggih Penunggun Karang dan penanda tangan Prasasti Gedung Lobi SMPN 3 Denpasar. Upacara ini juga dihadiri Kepala Bidang Pemuda Olah Raga I Wayan Sukana, Plt. Camat Denpasar Utara, I Nyoman Lodra, Kepala Sekolah SMP dan SMA se-Kota Denpasar dan SKPD terkait.
Kepala Sekolah SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana mengatakan, upacara ini diawali dengan melaspas, mendem pedagingan, pecaruan, pujawali, pengider dan nyineb. Menurutnya Pujawali Pedudusan Alit Caru Rsigana Agung ini dilaksanakan karena telah selesai perbaikan gedung lobi, ruang kelas, Piasan, Pelinggih Tugu Karang.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga merupakan program dari komite dan partisipasi orang tua siswa. Sehingga dengan melaksanakan upacara dapat diberikan keselamatan dan ketenangan dalam proses belajar mengajar di SMPN 3 Denpasar. “Saya sebagai penanggung jawab sekolah ini berharap semoga semua mendapat keselamatan kerahayuan dalam belajar,” ujar Murdana di sela-sela acara Rabu, (15/1).
Murdana menambahkan, pembuatan gedung kelas belum sepenuhnya selesai, karena terbatasnya dana. Namun akan dilanjutkan pada tahun 2014 ini, sehingga pihaknya memohon doa restu kepada Bapak Walikota Denpasar agar mendapat bantuan dari Pemerintah yakni untuk penambahan empat gedung kelas baru.
Sementara Ketua Komite Kota Denpasar IG Bagus Arthanegara mengatakan, dana yang digunakan dalam menggelar upacara ini adalah partisipasi dari orang tua siswa. Hal ini merupakan salah satu wujud perhatian orang tua siswa kepada sekolah. Karen orang tua siswa menyadari pendidikan tidak hanya pintar dalam pelajaran saja. Namun juga menyadari pentingnya keberadaan parahyangan atau persembahyangan. “Dengan adanya upacara ini diharapkan siswa dan seluruh guru-guru di SMPN 3 Denpasar dapat meningkatkan kegiatan belajar mengajar sehingga prestasi yang diinginkan dapat tercapai,” ujarnya. (Ayu/humas/dpsr).