Denpasar – Setelah kemarin menerima Walikota Darwin Australia, Pemkot Denpasar kembali kedatangan tamu dari Jepang yakni Walikota Kesennuma. Kedatanganya ingin melakukan kerjasama secara langsung dengan Pemerintah Kota Denpasar. Acara kunjungan kerjasama ini diterima langsung oleh Walikota Denpasar IB Darmawijaya Mantra, dihadiri juga anggota DPRD Kota Wayan Suadi Putra, Asisten Administrasi Pemerintah Setda Kota Denpasar I Ketut Mister dan SKPD terkait, Kamis (14/11) di Ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar.
Dalam kunjungan ini Walikota Kesennuma Mr. Sigeru Sugawara mengatakan, kerjasama ini sebenarnya sudah lama terjalin selama 40 tahun, antara pengusaha ikan tuna di Jepang dengan nelayan dari Denpasar. Tapi pihaknyaa baru kali ini bisa bertemu langsung dengan Walikota Denpasar. Untuk membicarakan kerjasama yang sudah terjalin sebelumnya. “Dengan Kunjungan ini kami mohon maaf kepada Pemerintah Kota Denpasar khususnya Wali Kota, karena baru kali ini bisa berkunjung secara langsung. Pada hal kapal-kapal ikan dari Jepang sudah mendarat di Pelabuhan Benoa sejak 40 tahun lalu,” ungkapnya..
Sigeru Sugawara menambahkan, meski baru bisa bertemu, tapi di Jepang selalu melaksanakan Festival Bali setiap tahun yang digelar hari Minggu pertama di bulan Agustus. Dengan kegiatan menggunakan pakaian-pakaian Bali dalam setiap festival. Tapi karena Negara Jepang terkena musibah Tsunami membuat pakaian Bali yang digunakan setiap festival hanyut dibawa derasnya harus air laut. Sehingga tidak bisa lagi menggelar pawai Bali lagi. Bahkan membuat perekonomian mereka menurun. “Terutama di bidang perdagangan dan perindustrian perikanan,” ungkapnya. Bahkan pihaknya juga ingin meningkatkan sumber daya manusia para nelayan di Bali khusunya Denpasar. Untuk dapat berkerjsama di Jepang mengenai masalah perikanan
Sementara, Wali Kota menyambut baik tujuan kerjasama Jepang dan Denpasar . Hal ini untuk lebih memperkuat jaringan kerjasama Assosiasi Tuna Laut Indonesia di Bali khususnya Denpasar. Wali Kota juga menyampaikan rasa prihatin atas terjadinya Tsunami yang terjadi di Jepang. Semoga hal ini tidak menjadi beban bagi Jepang kedepannya, ungkapnya. Rai Mantra menambahkan, akan memberikan memberikan kenang-kenangan pakian-pakian adat Bali. Untuk Festival Bali untuk digunakan pada festival tahun 2014 mendatang di Jepang. (ays.hmsdps)