Pelatihan Pasca Panen Dan Pengolahan Toga
Denpasar, Denpasar-Loloh merupakan minuman yang tidak asing lagi bagi masyarakat Bali, akan tetapi karena tidak pernah dipublikasikan dan dipatenkan saat ini sudah mulai menyusut dan hampir hilang di kalangan masyarakat. Oleh karena itu potensi ini harus dikembalikan lagi dan syukurnya anggota dari Perkumpulan Pencinta Tanaman (PPT) Kota Denpasar kembali menggagas untuk membuat lomba serta manfaat dari loloh tersebut dengan tidak menutup kemungkinan loloh itu bisa dikenal secara luas. Demikian diungkapkan Walikota Denpasar I B Rai Dharmawijaya Mantra saat menghadiri acara Pelatihan Pasca Panen dan Pengolahan Toga, Rabu (20/11) di Gedung Shanti Graha Denpasar.
Lebih lanjut Walikota Rai Mantra mengatakan agar pada penyelenggaraan Denpasar Festival pada bulan Desember mendatang supaya dilaksanakan kegiatan festival loloh, dengan harapan masyarakat luas lebih tahu lagi bahwa loloh adalah minuman kesehatan dan siapapun dapat mengkonsumsinya. Dan tidak tertutup kemungkinan loloh ini bisa dikenal secara luas dan mungkin bisa loloh dapat dikenalkan di sektor pariwisata dengan menjajakan loloh tersebut di restoran-restoran yang merupakan minuman khas kesehatan. “Jadi antara masyarakat dengan pariwisata itu bisa menyatu, dan ini mungkin dari segi pengkemasan loloh tersebut bisa dikemas sedemikian rupa sehingga menghasilkan produk olahan ekonomi kreatif yang berbasis masyarakat dan budaya. Yang sama halnya dengan produk endek, dimana kita kembali harus mengadvertise (mengiklankan) dengan baik” kata Rai Mantra.
Ketua Perkumpulan Pencinta Tanaman (PPT) Kota Denpasar Ny. IA. Selly Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan penggunaan toga karena sebagai mana kita ketahui penggunaan tanaman obat masih tetap diminati oleh masyarakat, selain karena sebagian besar masyarakat masih menggunakannya sebagai tradisi peninggalan leluhur, dimana dulunya loloh itu identik dengan rasa pahit akan tetapi melalui inovasi pada jaman sekarang rasa dari loloh itu sudah bervariasi dengan aneka cita rasa. Di sisi lain tanaman obat ini juga masih banyak ditemui disekitar kita dan manfaat yang tidak kalah khasiatnya dengan obat modern, dan tanaman obat ini juga diminati sebagai alternatif di dalam melakukan pengobatan di luar upaya medis, karena selain biayanya terjangkau juga relatif aman dari efek samping zat-zat kimia. Lebih lanjut Ny. I A Selly Mantra mengatakan daerah kita sendiri sebenarnya sangat kaya dengan berbagai jenis tanaman obat namun kebanyakan dari kita belum mengetahui baik jenis maupun manfaatnya. “Pelatihan ini difokuskan pada pengolahan toga yakni pembuatan loloh yang nantinya dapat menjadi wellcome drink Kota Denpasar sehingga dapat dikembangakan menjadi salah satu peluang ekonomi yang menjanjikan, dan dari hasil pelatihan ini peserta dapat menerapkannya di lingkungan rumah tangganya masing-masing” ujar Ny. I A Selly Mantra.
Sementara Ketua Panitia I GAN Anggreni Suwari dalam laporannya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian PPT Kota Denpasar dalam pemanfaatan dan pengolahan tanaman obat. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan kepedulian kader PKK dan guru baik SMP maupun SMA dalam pasca panen dan pengolahan tanaman obat serta mampu menghasilkan minuman kesehatan, pada hari ini juga dilaksanakan lomba membuat loloh antar kecamatan. Kegiatan ini diikuti oleh 36 orang kader binaan PKK dari 4 kecamatan di Denpasar dan 14 orang guru SMP dan SMA dengan mengangkat tema sehat dan bugar dengan toga. Sedangkan materi yang diberikan meliputi pengenalan bahan-bahan loloh, demo pembuatan loloh, untuk narasumbernya yakni Ibu Yuliani Sukhana owner dari Bali Tangi. Dalam lomba membuat loloh keluar sebagai Juara I Kecamatan Denpasar Utara, Juara II Kecamatan Denpasar Barat, Juara III Kecamatan Denpasar Selatan, Juara Harapan Kecamatan Denpasar Timur. (Ngurah HUMAS Dps).