Untuk kedua kalinya pembaca puisi terbaik SD Cipta Dharma, Denpasar I Dewa Gede Mayuresa Iswara, kembali meraih piala bergilir Wali Kota Denpasar. Pelajar kelas IV A itu, menerima piala bergilir lomba baca puisi ke-13 tingkat SD se-Bali yang diserahkan langsung Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di Balai Banjar Kedaton Minggu (23/2). Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra menyambut gembira lomba baca puisi tingkat SD se-Bali, yang digagas Sanggar Rare SD Cipta Dharma, Denpasar. Terlebih lagi pelaksanaan lomba sudah memasuki tahun ke-12. Pihaknya menyambut gembira ada ruang untuk anak-anak berkompetisi di bidang sastra pemula. Media sekaligus kesempatan mereka mengenalkan puisi sekaligus membaca puisi yang baik. Membaca puisi dinilai Rai Mantra dapat membentuk karakter anak sejak dini. Mengenalkan karakter yang baik dengan paduan etika dan estetika karya sastra. ‘’Kami memberi apresiasi untuk kegiatan ini. Salah satu upaya membentuk karakter yang baik anak sejak dini,’’ ujarnya.
Kepala SD Cipta Dharma Denpasar N. Mulyathi, menegaskan meskipun dihadapkan berbagai kendala, Sanggar Rare sekolah yang dipimpinnya bertekad untuk tetap melaksanakan lomba baca puisi tingkat SD se-Bali ini. Kegiatan baca puisi ini dinilai kepala sekolah yang pernah menyandang predikat guru ajeg Bali ini, kegiatan yang sedini mungkin mengenalkan dan mengajarkan anak-anak untuk menghayati arti seni dalam kehidupan sehari-hari, yanag sangat berguna dalam perkembangan moral generasi muda saat ini. Penerus bansga itu harus dikenalkan dengan nilai-nilai moral yang diangkat dari puisi, sehingga dapat menyentuh dan mengasah kepekaan sosial mereka. Selanjutnya dapat mengubah sikap serta perilakunya ke arah yang lebih positif dan memberi dorongan serta semangat dalam melangkah menuju cita-cita yang mulia.
Lomba baca puisi oleh Sanggar Rare SD Cipta Dharma ini, sudah menjadi kalender tetap tahunan, sekaligus untuk memeriahkan HUT Kota Denpasar ke-226.‘’Kami ingin pelajar SD di Bali sejak dini sudah mengenal karya sastra, untuk mengasah kepekaan sosial mereka. Menghargai sesama, mencintai lingkungan dan mensyukuri anugerah Tuhan,’’ kata Mulyathi.
Pihaknya merasa berbangga antusias anak-anak ikut lomba, yang jumlahnya mencapai angka 500 peserta. Itu membuktikan jika ada ruang dan wadah anak-anak itu berkreasi, mereka akan memanfaatkan kesempatan itu. Para orangtua pun sangat mendukung, tanpa berharap banyak putra-putrinya menjadi juara. Terpenting memberanikan mereka tampil di depan umum dan menumbuhkan rasa percaya dirinya.
Ketua panitia Ni Wayan Pudarsani, menambahkan jumlah peserta yang menembus angka 500 itu ternagi menjadi tiga katagori yakni katagori A, B dan C sesuai kelas dan umur. Lomba diselenggarakan selama dua hari dan berakhir Minggu (23/2) kemarin. Masing-masing katagori memperebutkan juara I, II, II, Harapan, I. II dan III serta juara favorit. Selain itu juga dicari 10 pembaca puisi berbakat.‘’Puisi yang dibawakan merpakan puisi terbaik karya anak-anak SD Cipta Dharma, Denpasar,’’ kata Pudarsini. (Ngurah HUMAS Dps).