Menu

Walikota Rai Mantra Tinjau Lokasi Banjir

  • Selasa, 17 Desember 2013
  • 1375x Dilihat

Denpasar, Setelah sebelumnya Denpasar diterjang musibah angin puting beliung belum lama ini, kini Denpasar kembali mendapat musibah bencana alam yakni banjir. Bencana banjir kali ini merendam sejumlah kawasan di Denpasar seperti Padangsambian Kaja dan Padangsambian Kelod. Sehari pasca banjir yang melanda kawasan Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kadis PU Ketut Winarta,  Camat Denpasar IB. Joni Ariwibawa dan Kabid Rehabilitasi BPBD Made Prapta dengan mengendarai sepeda motor langsung meninjau lokasi banjir Selasa (17/12). Melihat kondisi di lapangan, luapan air yang merendam sejumlah perumahan itu lantaran saluran air seperti got dan drainase dipersempit. Bahkan ada beberapa saluran air yang dialihkan dari jalur sebenarnya oleh pihak pengembang. Untuk kawasan Padangsambian Kelod khususnya di daerah Jalan Gunung Payung tepatnya di Perumahan Taman Wira.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Denpasar I Made Prapta mengatakan, bencana banjir yang terjadi pada Senin kemarin berada di empat titik lokasi. Seperti Perumahan di Pasar Anyar Batu Kandik Uma Klungkung Padangsambian Kaja, sedikitnya ada 6 rumah warga dari 9 KK yang dihuni 34 orang terendam. Beberapa warga seperti balita lansia harus dievakuasi menggunakan tandu. Kedua di Perumahan Tegal Indah Jalan Tangkuban Perahu Padangsambian Klod. Selanjutnya di kawasan Perumahan Taman Wira Jalan Gunung Payung Padangsambian Klod, menurut Prapta kondisi banjir terparah di lokasi ini, sedikitnya ada 70 rumah warga yang terendam. “Kondisi serupa juga terjadi di Perumahan Pondok Galeria Uma Medui Padangsambian Denbar, semuanya sekarang sudah kembali normal dan air sudah surut sehingga warga tinggal membersihkan sisa lumpur yang sempat merendam perumahan warga,  selain itu petugas kami juga tadi ikut membantu di lapangan,”kata Prapta.

Sementara Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kadis PU Ketut Winarta mengatakan titik banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Denpasar barat disebabkan curah hujan di hulu cukup tinggi. Hal ini diperparah dengan adanya penyempitan beberapa saluran drainase yang dilakukan beberapa pengembang. Berdasarkan hasil pantauan langsung dilapangan di perumahan Taman Wira saluran air seolah-olah terjepit disela-sela pemukiman. “Kami berharap masyarakat juga ikut mengawasi jika ada pengembang yang menutup saluran air” kata Rai Mantra.

Ketut Winarta menambahkan pihaknya sudah melakukan antisipasi terhadap datang bencana banjir. Bahkan untuk kawasan di jalan Gunung Talang Dinas PU sudah menyiapkan dana dana untuk pelebaran saluran drainase, namun masih terkendala pembebasan lahan. “Dana sudah kami siapkan tapi masalah pembebasan lahan masih cukup sulit. Untuk itu partisipasi masyarakat sangat kami harapkan, sehingga dapat meminimalisir terjadinya bencana banjir,” kata Winarta.   (Ngurah HUMAS Dps)