WALIKOTA SERUKAN ANTISIPASI BENCANA Laporkan Lewat Call Centre 223333
Bencana tidak dapat dipridiksikan dan dihindari sebelumnya, seringnya kita terlalu terlena dengan situasi yang dihadapi, hal tersebut perlu diantisipasi
dan diwaspadai dengan berbagai kemungkinan terburuk. “Jangan sampai lengah dan masyarakat perlu peran aktifnya dalam memberikan informasi kebencanaan,†kata Wawali IGN Jaya Negara dihadapan peserta apel siaga bencana, Selasa, (9/12) di halaman Kantor Walikota.
Lanjut Jaya Negara, kesiagaan bencana harus terus ditingkatkan, meskipun bencanatidak terjadi. Diingatkan kepada setiap SKPD terkait kebencanaan agar lebih kontinyu melakukan sosialisasi cara-cara menghadapi bencana. Menurut Jaya Negara Pemkot
Denpasar sudah melaksanakan berbagai langkah antisipasi kebencanaan denganaktivitas berupa pelatihan pemantauan dan penyebarluasan informasi potensi bencana, pemasangan berbagai atribut baliho di tempat rawan bencana seperti di
Pantai Sanur, Sindu dan Mertasari. Selain itu juga melakukan penyebaran vanplet atau brosur kebencanaan tentang bahaya gempa, banjir dan tsunami kepada semua lapisan masyarakat. Sementara itu pos terpadu yang bertugas memantau semua bentuk kejadian yang disebabkan oleh alam juga diharapkan mampu bekerja maksimal. Memperlancar proses penanganan kebencanaan di Denpasar, Jaya Negara menghimbau masyarakat agar memanfaatkan one line call centre dengan saluran telp. 223333. Melalui call centre penanganan bencana baik adanya pohon tumbang, kebakaran maupun banjir diharapkan masyarakat secepatnya menghubungi call centre, sehingga petugas yang menerima pengaduan segera bisa menindaklanjuti ke instansi terkait. “Untuk SKPD terkait kebencanaan agar langsung menindaklanjuti laporan dari call centre, jangan sampai ada penundaan penanganan informasi,†tegas Jaya Negara.
I Ketut Wisada, SE.M.Si. Asisten Pembangunan Sekda Kota Denpasar mengatakan apel siaga kebencanaan diharapkan seluruh tim bekerja secara sinergi
untuk melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan tupoksi. Wisada menambahkan rehabilitasi dan rekonstruksi secara efektif dalam mengantisipasi bencana untuk menekan kerugian dan korban jiwa sekecil mungkin bukanlah hal yang mudah, akan
tetapi kewaspadaan dan kesiap siagaan aparat khusus yang terlatih dalam usaha itu perlu diupayakan terus. Apel siaga tahun ini melibatkan satu pleton tim reaksi cepat, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Satu Pleton Penggelontoran dan Petugas Pintu Dam Air Sungai, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Kebakaran, Unsur Kesehatan
PMI dan Dasipena, Balawisata, Basarnas, Unsur Orari dan Tagana Dinas Sosial dan Call Centre masing-masing satu pleton. Apel siaga diakhiri dengan penyerahan seperangkat sarana prasarana bencana dari wawali Jaya Negara kepada Balawisata.
Oka/ Humas Denpasar